Jumat, 21 Desember 2007

Minyak Kelapa, Minyak Kesehatan

Medium Chain Triglyseride (MCT) yang terdapat pada minyak kelapa mirip dengan lemak yang terdapat pada air susu ibu (ASI) dan mempunyai efek nutrisi yang sama. Minyak kelapa juga dikenal karena komponen anti bakteri dan anti mikrobanya. Minyak kelapa dapat menurunkan resiko penyumbatan pembuluh darah atau serangan jantung yang disebabkan oleh pembentukan plak dalam pembuluh nadi.

Pengerasan pembuluh nadi disebabkan oleh luka pada lapisan dalam dinding pembuluh nadi. Luka tersebut terjadi akibat beberapa hal seperti keracunan, radikal bebas dan serangan virus atau bakteri. Aktivitas anti virus dan mikroba yang berasal monogliserida yang telah diubah oleh tubuh dari MCT mampu menurunkan ancaman serangan jantung dan sumber penyebab penyakit. Diantaranya virus influenza, campak, hepatitis C, bakteri penyebab bisul perut, infeksi tenggorokan, penyakit paru dan sipilis.

Radikal bebas yang menjadi sumber penyakit dan kanker bekerja merusak dengan menyerang sel-sel dalam tubuh kita. Radikal bebas lebih besar terjadi pada minyak tidak jenuh (minyak sawit dan minyak jagung) yang telah dimasak berulang kali dibandingkan penggunaan minyak kelapa sebagai minyak makan. Hal ini dikarenakan pada minyak kelapa yang tergolong minyak jenuh tidak adanya ikatan hidrogen yang hilang akibat proses oksidasi oleh udara sehingga tidak terbentuk ikatan karbon ganda. Adanya ikatan karbon ganda meningkatkan peluang pengikatan radikal bebas yang akhirnya berbahaya bagi tubuh.

Minyak kelapa terdiri atas minyak kelapa biasa dan minyak kelapa murni (Virgin Coconut Oil/ VCO). Perbedaan di antara keduanya tergantung atas proses yang dialami minyaknya. Minyak kelapa yang sebaiknya rutin dikonsumsi sebagai suplemen kesehatan adalah minyak kelapa murni (VCO).

Teknologi pembuatan VCO

VCO adalah minyak yang dihasilkan tanpa mengubah kandungan kimiawi minyak, minyak diperoleh dengan hanya perlakuan mekanis dan pamakaian panas minimal. Salah satu metode pembuatan VCO yang cukup mudah dan murah dengan menggunakan cuka dan bantuan panas matahari sebagai pemercepat terpisahnya minyak.

Bahan yang digunakan untuk mengolah kelapa menjadi VCO adalah alat pemarut kelapa, panci email, kompor, wajan besi, wadah plastik transparan, baskom besar, saringan kawat, saringan plastik, pengaduk centong, selang plastik, corong, jerigen, kertas saring, kemasan dan kelapa tua.

Beberapa komposisi kimia dan standar mutu minyak kelapa murni sesuai dengan APCC.

Karaktersitik

Kandungan

Kadar air (% wt maks)

0,1– 0,5

Bilangan Penyabunan

4,1 - 11,0

Bilangan Iod

0,2 - 0,5

C8 - Asam Kaprilat

5,0 - 10,0

C10 - Asam Kaprat

4,5 - 8,0

C12 - Asam Laurat

43,0 - 53,0

Asam Lemak Bebas (FFA)

< 0,5%

Bilangan Peroksida

< 3 meq/kg minyak

Warna

Jernih kristal



Tahapan Pembuatan Minyak Kelapa Murni

1. Pengolahan daging kelapa menjadi Santan

Buah kelapa dikupas sabutnya. Daging buahnya diperoleh dengan mengupas tempurungnya Pengecilan ukuran daging buah dilakukan dengan mesin pemarut. Kemudian dilakukan proses pemerasan kelapa parut dilakukan untuk mendapatkan santan. Untuk mempermudah pemerasan, kelapa parut yang akan diperas ditambah dengan air. Rekomendasi air yang diperlukan untuk memperoleh santan dengan kelapa sebanyak 50 butir adalah 10 ember sedang (ukuran 10 liter) yang dibagi 2x kali pemerasan.

2. Pemisahan Santan Kental dengan Air

Santan yang diperoleh kemudian dimasukan ke alam wadah plastik transparan sehingga diperoleh 5-8 wadah terisi santan. Santan kemudian didiamkan selama 3 jam di atas sinar matahari. Santan akan terpisah menjadi dua bagian yaitu santan kental (krim) dan air. Air yang ada dalam dasar wadah dibuang menggunakan selang.

3. Penambahan Cuka ke dalam Santan Kental

Santan kental yang diperoleh di satukan ke dalam wadah palstik transparan. Untuk setiap 50 butir diperoleh satu wadah plastik transparan yang penuhi oleh santan kental. Penambahan cuka dilakukan dengan dosis 50 ml cuka (sesuai dengan ukuran yang diberikan) ke dalam santan.

Pemasukan cuka dilakukan dengan menggunakan sendok yang kemudian untuk setiap pemasukan cuka di aduk dengan menggunakan pengaduk kayu.Santan yang telah tercampur oleh cuka kemudian dijemur diatas sinar matahari selama 3-4 jam hingga diperoleh pemisahan minyak, blondo dan air.

4. Pemanenan

Blondo yang ada diatas minyak disingkirkan agar minyak jernih yang ada dibawahnya dapat diambil. Ambillah secara perlahan usahakan jangan terlalu banyak blondo yang terikut dalam minyak. Minyak yang telah diperoleh kemudian di saring menggunakan saringan kain yang dikuti dengan penyaringan kedua menggunakan kertas saring kertas. Hasil saringan kedua ini telah dapat dikonsumsi dan siap untuk dikemas. Kemasan yang digunakan adalah kemasan botol PET. Sewaktu memasukan minyak usahakan mulut tertutup kain dan tidak berbicara.

Kelemahan cara pengolahan VCO dengan metode pengasaman tidak dapat dilakukan bila hari hujan. Waktu pembuatan minyak kelapa murni adalah pembuatan santan pada pukul 9.00 -11.00, pendiaman pertama pukul 11.00 - 13.00, pendiaman kedua setelah penambahan cuka pada jam 13.00 - 17.00 dan proses pemanenan dari jam 17.00 – hingga selesai.

Modal yang perlu dipersiapkan untuk membuat 6 liter VCO sebesar Rp. 568.000,- dan telah termasuk investasi peralatan sebesar Rp. 337.000,- yang diasumsikan akan habis untuk 1000 kali pemakaian. Pendapatan yang dihasilkan bila dijual dengan harga Rp. 15.000/125 ml sebesar Rp. 720.000,-.


0 komentar: